Kisah Mercedes-Benz dan “Commitment To Quality”

Komitmen atas sebuah kualitas kini makin dibutuhkan. Jejaring sosial pun menjadi juri yang nyata. Kualitas baik melahirkan pesan pujian, sementara kualitas buruk akan melahirkan makian. Commitment to quality sebetulnya sudah lama dikenal sebagai sebuah prinsip yang dipegang kuat di dalam dunia industri. Seperti apa?

Beberapa waktu lalu saya menghadiri sebuah perayaan 45 tahun Mercedes-Benz berada di Indonesia. Walau faktanya keberadaan mobilnya sendiri sudah jauh lebih lama. Siapa yang sangka jika “brand” mobil tertua di negeri ini adalah Mercedes-Benz? Di tahun 1894 dilakukan pengiriman mobil Victoria Phaeton – generasi awal Mercy, dari Jerman ke Indonesia untuk pertama kalinya. Mobil satu silinder berkekuatan hanya 5 horsepower ini dimiliki oleh Susuhunan Surakarta. Keren ya?

FullSizeRender-small

Victoria Phaeton (Ilustrasi oleh @motulz)

Namun baru pada tahun 1970 lah resmi didirikan Mercedes-Benz Indonesia. Maka selama 45 tahun itu lah Mercedes-Benz “hidup bersama” dengan keseharian masyarakat di Indonesia. Mulai dari bus, truk, mobil pribadi, hingga mobil kelas “atas”. Tidak heran jika komitmen tersebut pun masih terlihat baru-baru ini dengan menurunkan 42 biji tipe E 400 AMG, sebagai tunggangan resmi pemimpin dunia dalam Konsferensi Asia-Afrika 2015. Semua itu dilakukan demi sebuah komitmen atas kualitas yang baik.

Dengan demikian Mercedes-Benz Indonesia merasa perlu merayakannya bersama. Selain memberikan penghargaan kepada tiga orang Indonesia – yaitu  perancang busana Lenny Agustin, Chef Degan, dan penata tari Gianti Giadi (Gigi), yang dinilai konsisten dan berkomitmen tinggi dalam membawa “kualitas” budaya Indonesia ke kancah dunia. Salah satu bentuk perayaan lainnya pun sangat unik, yaitu Mercedes-Benz Indonesia meluncurkan Mercedes-Benz CLA 45 AMG  di antara beberapa tipe terbaru seri C lainnya.

Mercedes-Benz CLA 45 AMG

Seperti kita tahu, AMG adalah varian modifikasi resmi dari Mercedes-Benz. Kali ini dengan menampilkan sosok gahar yang sporty, ia hadir dengan “label” 45 dalam serinya sebagai bentuk perayaan “Glorius45” di Indonesia. Yang menarik adalah mobil ini cukup ditopang mesin 4 silinder namun mampu menggeber akselerasi dari 0 – 100 km hanya dalam waktu 4,6 detik! Tarikan yang mendebarkan adrenalin pengemudinya ini lahir dari kapasitas mesinnya 1.991 cc dengan turbocharger yang menghembuskan tenaga 360 horsepower atau setara dengan 1/5 kekuatan mesin pesawat tempur P-51 Mustang.

Mercedes-Benz memang sejak lama berkomitmen dengan teknologi dan kualitas. Dengan segala kekuatan daya mesin tadi, namun tidak sedikitpun mengurangi cita rasa elegan dari sosok mobil kelas premium. Saya kira hal tersebut merupakan bagian dari komitmen besar Mercedes-Benz yang bertahan menjaga kredibilitasnya sebagai mobil tunggangan kalangan papan atas selama 45 tahun di Indonesia.

Mercedes-Benz CL 45 AMG (Ilustrasi oleh @motulz)

Mercedes-Benz CL 45 AMG (Ilustrasi oleh @motulz)

Selamat untuk Mercedes-Benz Indonesia! 45 tahun membawa kejayaan otomotif di Indonesia!

motulz_icon

Semua foto milik @motulz dan ilustrasi diambil dari Instagram Motulz

 

«
»

2 comments on “Kisah Mercedes-Benz dan “Commitment To Quality””

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: