HASIL dan PROSES, Mana Yang Lebih Penting?

Waktu saya sekolah dulu – sejak SD hingga SMA, saya dipaksa oleh sekolah untuk menyelesaikan soal-soal pertanyaan dan ujian sesuai dengan lembaran jawaban. Terlebih lagi jawaban pilihan berganda. Akhirnya saya hanya belajar menghafal jawaban tanpa harus tahu proses atau alasan di balik jawaban tersebut.

Seiring perjalanan waktu, saya akhirnya masuk ke kampus kuliah idaman saya, yaitu Seni Rupa di ITB. Di sana saya mempelajari ilmu-ilmu dasar estetika, kesenian, dan kreatifitas. Hingga akhirnya saya menemukan pengalaman dan pelajaran yang bagus sekali tentang arti “proses belajar” dan “hasil belajar”.

Belajar membutuhkan proses, yang akhirnya goal kita adalah mendapatkan hasil dari proses belajar tersebut. Saat saya kuliah kami mendapatkan tugas studio hampir tiap minggu. Setiap tugas kami sikapi bagaikan sebuah brief project dari klien, sehingga kami memperlakukan proses ini dengan semangat yang menggebu-gebu. Untuk menjawab soal ini, kami mulai dengan berburu informasi dan melakukan riset. Cara paling mudah adalah ke perpustakaan atau ke toko buku. Proses belajar ini cukup melelahkan apalagi saat mengerjakan tugas kami harus sampai begadang, namun menyenangkan. Hingga akhirnya pada saat pengumpulan tugas (hasil) maka kami harus siap dengan nilai yang akan diberikan dosen.

Saat dosen kami menyusuri semua karya di meja kami masing-masing, mereka memberikan penilai berikut dengan penjelasan dan alasannya, ini menarik sekali. Teman saya, sebut saja Budi – memperlihatkan karyanya yang belum selesai, namun dosen saya sudah bisa melihat arah bentukannya. Dosen saya bertanya beberapa hal kepada Budi dan ia menjawab dan menjelaskannya dengan sangat antusias. Akhirnya karya Budi mendapatkan nilai A+ (angka tertinggi) dari para dosen. Tapi apa alasannya? apa karena Budi pandai ngoceh konsep?

Dari banyak teman-teman saya yang mengerjakan tugas dengan proses yang mendalam dan passion yang tinggi, nilai mereka rata-rata baik atau di atas B. Alasan dosen adalah mereka tahu dan paham dengan apa yang sedang mereka kerjakan. Jikalau pun hasil tugas mereka tidak selesai, para dosen paham bahwa hal tersebut hanya masalah durasi waktu saja. Lalu biasanya, mereka diberikan waktu hingga sore atau besok pagi untuk melakukan penyelesaian (finishing) dan hasilnya selalu memuaskan. Yang menarik dari kisah ini adalah, PROSES belajar itu penting, begitu pun HASIL belajar. Yang sejak dulu saya keliru adalah bahwa HASIL belajar yang dimaksud bukanlah NILAI AKHIR yang diberikan oleh guru, melainkan HASIL dari pembelajaran itu sendiri yakni PEMAHAMAN. Apakah kita paham atau tidak dengan pelajaran itu? Pemahaman lebih penting dari sekedar jawaban yang sama dengan yang tertulis di lembaran jawaban.

Bagi saya, akhirnya pemahaman lebih penting dari sekedar jawaban atau nilai akhir. Mencari pemahaman atau proses paham itu bisa dari mana saja. Bisa dari baca buku, bisa dari ngobrol dengan teman atau orang tua, bisa juga bahkan dari sekedar nonton film, nonton TV, atau dari kejadian-kejdian keseharian. Yang mana semua itu barusan kita kenal dengan : proses belajar atau proses pembelajaran.

Kesimpulan saya, antara PROSES dan HASIL adalah sama pentingnya. Keduanya bukan untuk dipilih salah satu melainkan kelengkapan yang seyogyanya kita harus miliki dan saling melengkapi. Jika proses belajar dan hasil belajar dilakukan dengan setara dan imbang maka kita akan mendapatkan pemahaman. Tidak heran jika dosen saya dulu sering bertanya kepada mahasiswanya:

“Apakah kalian sudah paham?”

Ketika kita menjawab “paham”, maka itulah HASIL yang kami dapat dari PROSES belajar yang ideal πŸ™‚

Paham? πŸ˜‰

 

«
»

2 comments on “HASIL dan PROSES, Mana Yang Lebih Penting?”

  1. Salwa says:

    Makasih artikelnua sangan membantu. Bolehkan saya tulis kembali artikel ini sebagai salah satu studi kasus untuk tugas membuat essai saya ? Terimakasih πŸ™‚

    1. motulz says:

      boleh πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: