Cara Baru Nutrifood Dalam Mencari Bibit Pemimpin

Mencari bibit pemimpin sejak usia muda bukanlah hal mudah, namun memang harus ada yang melakukannya. Tujuannya memang tidak lain adalah memberikan kesempatan dan peluang bagi para anak muda dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia untuk muncul sebagai calon pemimpin masa depan. Saya pikir kegiatan seperti ini sudah lumrah dan banyak dilakukan oleh banyak pihak, lantas apa yang beda dengan versi Nutrifood kali ini?

Kebetulan, pagi itu saya diundang oleh Nutrifood sebagai salah satu pemberi materi bagi para finalis “Nutrifood Leadership Award 2014”. Karena takut kesiangan maka saya menginap di rumah ibu saya yang lokasinya tidak jauh dengan lokasi kantor Nutrifood, alhasil saya malah tiba di lokasi kepagian. Namun, manfaat dari kepagian ini adalah saya berkesempatan mencuri info dari Mas Yosea – salah satu panitia acara Nutrifood ini.

Mas Yosea cerita bahwa sejak 7 kali (sejak 2006) Nutrifood mengadakan acara ini, baru kali ini energi dan semangat para peserta terasa berbeda. Dari ke-18 finalis anak-anak muda, mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi, mereka memiliki antusias yang sangat tinggi dan rasa ingin tahu yang besar. Saya mendapatkan tema materi yang harus disampaikan pagi itu tentang “creativity in leadership”. Bagi saya, tema ini gampang-gampang sulit karena saya belum merasa menjadi seorang leader dalam sebuah perusahaan. Namun saya bisa memberikan contoh yang ideal adalah pengalaman saya sebagai sutradara. Bagaimana pun sutradara jelas adalah seorang leader yang membutuhkan sikap leadership yang baik.

Sedikit tentang materi yang saya sampaikan, bahwa seorang sutradara harus mampu memiliki kemampuan dalam memimpin sebuah proyek dan segerombolan kru. Sutradara harus mampu mengelola kebutuhan dan kepentingan dalam satu tujuan (goal) yang sama. Sutradara pun harus mampu menyelesaikan atau menemukan solusi jika dalam perjalanan proyeknya mendapatkan masalah atau hambatan. Dalam konteks ini, maka salah satu kunci penting dalam memimpin adalah – mencarikan solusi dalam sebuah masalah (problem solving), di sinilah kemampuan berfikir kreatif dibutuhkan oleh seorang pemimpin. Jadi tidak melulu kreativitas itu tentang ide atau gagasan estetika semata.

Kembali ke pencaharian pemimpin muda, saya jadi berfikir apa yang membedakan para peserta tahun ini menjadi lebih antusias dan ber-energi dalam proses ini? Sambil makan siang, saya menemukan jawabannya langsung dari CEO Nutrifood yaitu Pak Mardi Wu. Ternyata beliau pun merasakan perbedaan ini, yang kemudian menurut Pak Mardi hal ini berawal dari ketidaksengajaan. Yaitu saat menyeleksi penerimaan peserta, selain melihat nilai-nilai mata kuliahnya pihak Nutrifood ingin mencoba merekrut para perserta dari ring yang berbeda, alias bukan itu lagi – itu lagi. Resikonya adalah bahwa kebanyakan dari peserta akhirnya bukan yang aktif dalam sebuah komunitas, melainkan mereka yang baru saja ingin menjalankan komunitas atau bahkan baru punya ide untuk membuat sebuah komunitas. Ternyata hal ini menjadi alasan mengapa para peserta kali ini begitu besar antusiasnya. Berbeda dengan peserta-peserta terdahulu, mereka kebayangakan berasal dari komunitas yang sudah mapan dan eksis. Aktivitas sosial mereka sudah tinggi, akhirnya dalam mengikuti kegiatan seperti ini seolah hanya menjadi kegiatan sampingan dalam membuka relasi dan koneksi saja. Di kepala mereka, mereka sudah paham dan tahu betul apa yang musti mereka lakukan. Sementara bagi peserta yang benar-benar baru, hal ini merupakan sebuah pengalaman yang sama sekali baru.

IMG_0614-small

Dari situ, akhirnya saya berfikir bahwa sesungguhnya ada banyak sekali para anak-anak muda yang berpotensi tinggi dibanyak daerah di Indonesia, hanya saja mereka berada pada ring yang berbeda dan tidak masuk radar para pembuat kegiatan. Para pembuat kegiatan biasanya tidak punya waktu untuk mencari bibit-bibit manusia unggul yang berada di luar jangkauan radar dan aturan main mereka. Akhirnya yang direkrut ya dia lagi – dia lagi. Tentu cara yang di lakukan Nutrifood ini butuh perhatian, waktu, dan energi yang lebih banyak dari biasanya. Namun saya pikir dengan hasil ke -18 anak-anak muda ini tentu menjadi sebuah penemuan yang sangat berharga. Apalagi saat saya tahu bahwa beberapa anak peserta yang lolos dalam beberapa kualifikasi kebutuhan Nutrifood, akan ditawarkan untuk direkrut sebagai pegawai. Sangat menarik!

 

«
»

2 comments on “Cara Baru Nutrifood Dalam Mencari Bibit Pemimpin”

  1. Nutrifood selalu mempunyai terobosan menarik. Saya kemarin juga pernah ikut ini, namun kalah saat presentasi 🙂

    1. motulz says:

      Halo Mas Sandi.. oh ya? 🙂 Wah sayang sekali.. mungkin di lain waktu dan tempat mas! Tetap semangat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: