Creative Story Telling: Untuk Kampanye Anti Korupsi

Korupsi sedang hangat dipemberitaan dengan banyaknya para tokoh, pejabat, dan oknum aparat yang tertangkap tangan oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Upaya hukum ini dilakukan sebagai bentuk nyata sangsi juga menyebarkan pesan “efek jera” kepada masyarakat.

Di dalam KPK selain melakukan tindakan hukum (law enforcement), hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah upaya pencegahan dini. Salah satu upaya pencegahan dini dalam kampanye anti korupsi ini adalah lewat edukasi kepada anak-anak dan remaja. Bagi saya upaya ini menarik karena bagaikan mengolah bibit pohon yang akan ditanam agar kelak pohonnya besar bisa tumbuh dengan baik dan dapat diandalkan.

Salah satu upaya pencegahan dan edukasi anti korupsi KPK ini adalah dengan banyaknya aktivitas kampanye dalam bentuk lomba-lomba untuk generasi muda. Misalnya “Kreasi: Kreatif AntiKorupsi” ini, yang diadakan oleh KPK sebagai upaya menyebarkan pesan anti korupsi lewat media-media kreatif.

Saya kebagian menjadi salah satu pemberi materi workshop untuk teman-teman muda di Pontianak. Kelasnya ramai sekali dan penuh antusias. Materi yang saya sampaikan lebih kepada mengasah ide-ide kreatif dalam membangun cerita. Saya juga ceritakan sedikit tentang bagaimana kekuatan sebuah cerita dalam menyebarkan pesan-pesan. Cerita jelas lebih mudah ditangkap dan dicerna oleh masyarakat. Mendengarkan cerita itu bukan seperti mendengarkan pelajaran di kelas, tidak perlu memaksakan otak kita untuk mengingat namun cukup nyaman saja menyimak alurnya, pesan-pesan itu akan perlahan tecerap dan masuk ke kepala kita.

Menurut saya, begitu pun dengan penyebaran pesan-pesan antikorupsi ke anak-anak muda. Mereka masih terlalu dini dicekoki dengan butir-butir hukum tentang korupsi. Yang ada malah menjadi hororisme. KPK memiliki – kalau tidak salah 9 butir dasar nilai-nilai pencegahan korupsi, misalnya tidak bohong, jujur, dan seterusnya. Mulai dari nilai-nilai dasar tersebut dijadikan premis cerita, saya yakin lebih mudah diterima oleh anak-anak dan pemuda.

Bagaimanapun, semangat membangun bangsa yang antikorupsi mau tidak mau harus dimulai dan ditumbuhkan mulai dari generasi muda. Karena merekalah yang akan menggeser generasi sebelumnya yang kronis mengidap penyakit korupsi ini.

«
»

One comment on “Creative Story Telling: Untuk Kampanye Anti Korupsi”

  1. Lay says:

    Salut!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: