Beauty And The Beast : Berburu Bunga Dengan Mobil Gahar

Pada perhatiin gak kalau saat ini Jakarta dan beberapa kota besar lain di Indonesia banyak sekali yang mulai menghias dirinya dengan tanaman? Sejauh pengetahuan saya Surabaya jauh lebih dulu menghias kotanya dengan tanaman. Seolah satu kota bisa dijadikan taman. Namun yang masih saya rasakan kurang adalah hadirnya bunga-bungaan. Kenapa ya?

Beberapa waktu lalu, saya sengaja menyempatkan diri main ke Bandung untuk melihat tanaman bunga-bungaan yang beragam sekali di wilayah Cihideung Bandung Utara. Daerah ini memang terkenal sejak lama sebagai wilayah budi daya tanaman hias dan bunga-bungaan. Kebetulan saya mengajak teman saya Gustaff (@gstff) karena dia memang tertarik juga dengan tanaman dan bunga. Gustaff yang kesibukannya adalah keluar masuk desa pedalaman untuk kegiatan sosialnya, malah sering menemukan tanaman indah dan bunga liar di hutan. Di luar tanaman yang produksi dan obat. Kebetulan juga Gustaff doyan blusukan ke pedalam dengan mobil.

Sebelum ke Cihideung salah satu lokasi yang saya datangi juga adalah lokasi wisata Bumi Herbal Dago, berada tidak  jauh dari lokasi wisata yang sedang hits sekali yaitu Tebing Keraton. Di Bumi Herbal Dago ini kita bisa melihat koleksi tanaman obat (herbal) yang banyak sekali jenisnya. Tidak sekedar kebun, di situ pun ada lab kecil tempat penelitian tanaman-tanaman herbal. Dari situ saya membawa oleh-oleh tanaman Daun Pegagan, untuk dicoba tanamkan di Jakarta Selatan. Karena tanaman Pegagan ini hanya bisa hidup di daerah yang lembab.

Sementara itu untuk wilayah Cihideung memang sudah bukan desa lagi, sudah ramai dan banyak akses kendaraan. Namun kali ini kami akan mengunjungi sebuah desa yang harus keluar dari jalan besar untuk blusukan ke “jalan kampung”, untungnya saya mendapatkan pinjaman mobil yang layak masuk ke pedalaman wilayah Cihideung yakni Desa Cisarua (bukan Cisarua Puncak), yaitu Toyota Fortuner 4×4 Turbo Diesel, yup! mobil jeep ganteng yang layak off-road. Gustaff akan membawa saya blusukan ke pedalaman desa untuk melihat perkebunan bunga milik warga. Bunga-bunga di sana memang sangat beragam dan indah sekali. Hasil kebun bunga ini dijual ke Bandung dan Jakarta untuk dijadikan hiasan. Yang seru, sepanjang perjalanan kami ke pelosok desa kami sering menemukan bunga-bunga yang tumbuh liar namun indah sekali. Di kepala saya berfikir mustinya bunga liar ini sangat layak dijual karena memang indah sekali.

Namun untuk menjadi perhatian juga bahwa dari sekian banyak bunga-bungaan ini tidak seluruhnya layak dan bisa ditanam di Jakarta, alasannya adalah cuaca dan suhu. Bunga yang bisa tumbuh di Jakarta adalah bunga jenis cuaca panas dan minim pengairan. Dari jenis yang terbatas itu pun saya banyak sekali menemukan bunga-bunga yang bagus dan berwarna-warni. Semoga saja kelak Jakarta akan ditumbuhi banyak tanaman hias yang berbunga. Percaya deh.. makin banyak warga Jakarta melihat pemandangan bunga, maka makin berkurang pula rasa depresi warganya 🙂 Tidak percaya? mungkin referensi dari Desa Matobe di Mentawai ini bisa jadi bukti.

Foto : Motulz & Gustaff

«
»

3 comments on “Beauty And The Beast : Berburu Bunga Dengan Mobil Gahar”

  1. seru juga tuh 🙂 bisa berbaur dengan alam 😀

    1. motulz says:

      setuju.. berbaur dengan alam itu perlu euy ternyata

  2. Nice share gan, tapi kalau ane sih Sayang gan sama fortunernya. hehehe

    Mudah2an awet bunganya awet fortuner nya yaa..

    salaam.. :beer:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: