Soundrenaline: Penjaga Terakhir Konser Musik Indonesia

Soundrenaline 2014 Surabaya, kalau tidak salah adalah pertunjukan musik akbar yang memasuki tahun ke 13 dalam menggelar konser musik Indonesia. Entah sudah berapa banyak penonton yang menjadi saksi pertunjukan akbar ini.

Beberapa waktu lalu (10 Mei 2014), saya ke Surabaya untuk menonton pertunjukan besar musik bernyali Indonesia – Soundrenaline. Seperti biasanya saya memang tidak akan menonton semua band yang akan manggung di sana, tapi untuk band dengan nama besar seperti Endank Soekamti, Gigi, Dewa19, dan tentu Slank, rasanya gak lengkap kalau tidak berada di depan panggung. Dari semua band yang saling bergantian manggung di dua panggung yang tersedia, rasanya saya semacam tersadarkan akan keberadaan industri musik Indonesia yang tidak bisa lepas dari keterkaitan dunia pertunjukan / konser.

Soundrenaline – menurut saya, sudah menjadi semacam komitmen dalam menjaga tradisi perhelatan ajang musik lokal. Ajang besar ini sudah bukan sekedar mempertemukan band dengan fans-nya, melainkan antara sesama musisi, sesama pengamat musik, bahkan sesama kru di belakang panggung para band. Soundrenaline merupakan ajang reuni besar insan musik Indonesia. Semua orang janjian untuk saling bertemu, beranjangsana, lepas kangen, atau sekedar ngopi dan nongkrong bareng. Slankers – penggemar berat band Slank, sudah pasti menjadikan ajang ini sebagai sebuah ritual yang wajib didatangi oleh semua penggemar Slank dari berbagai pelosok negeri.

Melihat pertumbuhan dan konsistensi konser akbar ini, rasa-rasanya Soundrenaline sudah merupakan bagian penting dari kehidupan bermusik Indonesia. Bukan barometer yang diukur dari banyaknya band yang tampil atau jumlah penonton yang datang, melainkan sudah menjadi parameter atau ukuran konsistensi dari tradisi konser musik Indonesia.

Musik Indonesia boleh berganti, tapi tidak boleh berhenti. Soundrenaline pun demikian, ia tidak bisa berhenti seperti MTV Indonesia. Ia harus tetap terjaga dan dijaga. Bukan cuma oleh AMild, sebagai pihak sponsor, melainkan juga para musisi, penggemar, pekerja, dan pengamat musik Indonesia. Karena, Soundrenaline akan selalu menjadi jaring terakhir pertunjukan musik besar Indonesia, diantara himpitan media TV yang makin hari makin menyusutkan jam tayang musik Indonesia berkualitas. Jika tidak lewat ajang konser, akan tampil lewat media apa lagi?

Sampai jumpa di Soundrenaline berikutnya, 7 Juni 2014 di Medan!

«
»

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: